Halo sahabat cerdas berbahasa, pada postingan sebelumnya kita telah membahas menegenai penggunaan huruf kapital, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai macam-macam kelas kata. Nah ingin tahu selengkapnya? Yuk simak di bawah ini..
- Verba (kata kerja)
Verba (kata kerja) adalah kata yang menyatakan
tindakan. Fungsi utama verba sebagai predikat atau inti predikat dalam kalimat.
Contoh verba yang merupakan predikat terdapat pada kalimat “Pencuri itu lari”.
Kata lari adalah predikat. Dalam frasa sedang berdiskusi, kata
berdiskusi adalah inti dari predikat.
a. Bentuk-bentuk Verba
1) Verba dasar bebas, contohnya duduk, makan, mandi.
2) Verba turunan, contohnya bernyanyi, menari,
makan-makan.
b. Kategori Verba
1) Berdasarkan butuh atau tidaknya terhadap objek,
verba dibedakan menjadi:
·
Transitif,
artinya membutuhkan objek. Contoh: menulis, memberi.
·
Intransitif,
artinya tidak membutuhkan objek. Contoh: tidur, jatuh, mandi, terbang.
2) Berdasarkan hubungan verba dengan nomina
·
Verba aktif, verba
yang subjeknya berperan sebagai pelaku. Contoh: petani bertanam padi,
saya makan nasi.
·
Verba pasif,
verba yang subjeknya berperan sebagai sasaran atau hasil. Contoh: adik dipukul
ayah, buku itu terinjak olehku.
Ciri-ciri Verba :
a) Verba tidak dapat diberi prefiks ter- yang berarti
‘paling’.
b) Pada umumnya, verba tidak dapat bergabung dengan
kata-kata yang menyatakan kesangatan.
c) Verba umumnya menempati fungsi predikat dalam
kalimat.
d) Dapat didahului oleh kata keterangan akan, sedang,
dan sudah.
- Adjektiva (kata sifat)
Adjektiva (kata sifat) adalah kata yang memberi
keterangan yang lebih khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam
kalimat.
a. Bentuk-bentuk Adjektiva
1) Adjektiva dasar, contohnya adil, bagus, bebas, suci.
2) Adjektiva turunan, contohnya terhormat, insani, besar
mulut, keras kepala.
b. Kategori Adjektiva
1) Adjektiva predikatif dan atributif
· Adjektiva
predikatif adalah kata sifat yang dapat menempati posisi predikat. Contoh:
hangat, sulit, mahal.
· Adjektiva
atributif adalah kata sifat yang mendampingi nomina dalam frasa nominal.
Contoh: nasional.
2) Adjektiva bertaraf dan tak bertaraf
· Adjektiva
bertaraf adalah kata sifat yang dapat berdampingan dengan kata agak, sangat,
dan sebagainya. Contoh: pekat, makmur.
· Adjektiva tak
bertaraf adalah kata sifat yang tidak dapat berdampingan dengan kata agak,
sangat, dan sebagainya. Contoh: intern, nasional.
Ciri-ciri
Kata Sifat :
a) Kata sifat dapat diberi keterangan pembanding lebih
dan paling.
b) Kata sifat dapat diberi keterangan penguat sangat,
sekali, benar, terlalu.
c) Kata sifat dapat diingkari dengan tidak.
d) Kata sifat dapat diulang dengan se- nya.
e) Pada kata tertentu berakhir dengan –er, -(w) i,
-iah, -if, dan –al.
- Nomina (kata benda)
Nomina atau keta benda adalah kata yang mengacu pada
manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian.
a. Bentuk-bentuk Nomina
1) Nomina dasar, yaitu nomina yang berupa morfem dasar
bebas.
Contoh: batu,
gunting, kertas.
2) Nomina turunan, yaitu nomina yang terbentuk dari
proses morfologis.
Contoh: keuangan, perpaduan, rumah-rumah, batu-batuan, ketatabahasaan.
b. Kategori
Nomina
1) Nomina
bernyawa dan nomina tak bernyawa
·
Nomina bernyawa dapat dibagi menjadi
dua, yaitu:
Nomina
persona terdiri atas (1) nama diri seperti Bambang, (2) kekerabatan
seperti ibu, bapak, (3) menyatakan orang atau yang diperlakukan seperti
orang seperti tuan, nona, malaikat, (4) nama kelompok manusia seperti Jepang,
Eropa, Bali, dan (5) nomina tak bernyawa yang dipersonifikasikan seperti Inggris,
DPR.
Nomina
flora dan fauna yang memiliki sintaksis, yaitu (1) tidak dapat disubstitusikan
dengan ia, dia, atau mereka, (2) tidak dapat didahului partikel si,
kecuali flora dan fauna yang dipersonifikasikan seperti si kancil, si
kambing.
·
Nomina tak bernyawa dapat dibagi
menjadi:
Nama lembaga: DPR MPR, UUD.
Nama geografis: Jawa, utara, hilir.
Waktu: Senin, Januari, pukul 8, sekarang, besok.
Nama bahasa: bahasa Indonesia, bahasa Inggris.
Ukuran atau takaran: kilometer, kali, pikul,
goni, lusin, kodi.
Tiruan bunyi: aum, dengung, kokok.
2) Nomina
terbilang dan nomina tak terbilang
Nomina
terbilang ialah nomina yang dapat dihitung dan dapat didampingi oleh numeralia
seperti kantor, kampung, kandang, buku, pensil, orang.
Nomina
tak terbilang ialah nomina yang tidak dapat didampingi oleh numeralia, seperti udara,
kemanusiaan, kebersihan, temasuk nama diri dan nama geografis.
Ciri-ciri Nomina :
a) Dalam
kalimat yang predikatnya kata kerja, kata benda cenderung menduduki fungsi
subjek, objek, atau pelengkap.
b) Kata
benda tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. Kata pengingkarnya adalah kata
bukan.
c) Kata
benda pada umumnya dapat diikuti oleh kata sifat, baik secara langsung maupun
dengan kata penghubung yang.
- Pronomina (kata ganti)
Pronomina atau kata ganti ialah kata-kata yang
menunjuk, menyatakan, atau menanyakan tentang sebuah substansi dan dengan
demikian justru mengganti namanya.
Kategori Pronomina
1) Kata ganti persona atau kata ganti orang. Contoh:
Aku, kamu, dia, mereka.
2) Kata ganti mandiri. Contoh: diri dan diri sendiri.
3) Kata ganti petunjuk. Contoh: ini, itu.
- Numeralia (kata bilangan)
Kata bilangan atau numeralia digolongkan menjadi:
1) Induk kata bilangan, misalnya satu, dua, tiga,
seratus dan seterusnya.
2) Kata bilangan tak tentu, misalnya beberapa, segala.
3) Kata bilangan kumpulan, misalnya ketiga, berlima.
4) Kata bilangan tingkat, misalnya kedua, kesatu,
ketiga.
5) Kata bilangan pecahan, misalnya dua pertiga,
seperdua, seperempat.
- Adverbia (kata keterangan)
Kata keterangan adalah kata yang
menerangkan (1) kata kerja dalam segala fungsinya, (2) kata keadaan dalam
segala fungsinya, (3) kata keterangan, (4) kata bilangan, (5) predikat kalimat,
apapun jenis katanya, dan (6) menegaskan subjek dan predikat kalimat.
Kategori Adverbia
1) Kata keterangan waktu. Contoh: dahulu, kemarin, hari
ini.
2) Kata keterangan modal. Contoh: memang, ya, agaknya,
moga-moga, mari, harus, larangan, bukan, mustahil.
3) Kata keterangan kalimat kualitatif. contoh:
perlahan-lahan, selebar-lebarnya.
4) Kata keterangan derajat. Contoh: amat, hampir,
sangat, kurang.
5) Kata tekanan. Contoh: kah, gerangan, pula, pun, lah.
Terima kasih.. jangan lupa tinggalkan komentar atau saran ya. Semoga bermanfaat.
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Lestariyati, Y. Titik. 2014. Cerdas Menghafal Bahasa Indonesia. Tangerang
Selatan: Scientific Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar